Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AKHIR ZAMAN, KETIKA “KLITHIH” MERAJALELA

Penolakan masyarakat Jogja terhadap klitih

Klitih, istilah bagi masyarakat nasional yang mungkin masih asing meski sempat jadi Trending topic nomor satu di salah satu media sosial, tetapi istilah itu adalah ungkapan yang cukup seram bagi penduduk kota pelajar (Kota Yogyakarta). Klithih adalah penyakit sosial dimana anak muda melakukan penyerangan fisik terhadap orang atau kelompok yang dianggap musuh, bahkan kadang kala menimbulkan luka yang serius hingga berujung kematian. Mereka menyerang tidak mengenal tempat, selama mereka keluar (terutama di malam hari) siapapun dapat disasar, mulai dari para ojol, anak kos, masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga orang yang terbunuh tidak mengetahui kenapa dia dibunuh, kesalahan korban kadang sekedar bertemu dengan pelaku di jalan. Itu saja…demikian pula si pelaku, sering kali tidak mengenal korban.

Akibatnya, di jaman yang katanya beradab ini harga nyawa manusia sangat murah. Bahkan mungkin pelaku lebih sedih
kehilangan sebuah puntung rokok dari pada kepedihan dirinya melihat korban terkapar bersimbah darah di tangannya.

UNGKAPAN NABI MUHAMMAD SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Kejadian di atas mirip dengan apa yang disampikan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hirairah radhiyallaahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻻ ﺗﺬﻫﺐ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ‏( ﺯﻣﺎﻥ ‏) ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﺍﻟﻘﺎﺗﻞﻓﻴﻢ ﻗﺘﻞ ، ﻭﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﺍﻟﻤﻘﺘﻮﻝ ﻓﻴﻢ ﻗﺘﻞ
Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidak akan hilang dunia (kiamat) sehingga datang kepada manusia suatu zaman
dimana seorang pembunuh tidak mengetahui kenapa dia membunuh, dan orang yang terbunuh tidak mengetahui kenapa dia dibunuh. (Shahih Muslim).

Pembunuhan yang menyebar dan menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat ini disebutkan oleh Rasulullah
shollallaahu ‘alaihi wa sallam:
ﻻ ﺗﻘﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﺮﺝ ﺛﻼﺛﻮﻥ ﺩﺟﺎﻟﻮﻥ ﻛﻠﻬﻢ ﻳﺰﻋﻢ ﺃﻧﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺘﻰ ﻳﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺗﻈﻬﺮ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﻬﺮﺝ ‏)  ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﻬﺮﺝ ؟ ﻗﺎﻝ :‏( ﺍﻟﻘﺘﻞ )
Tidak akan tegak hari kiamat, hingga keluar tiga puluh dajjal, mereka mengaku sebagai utusan Allah. (Tidak akan tegak hari kiamat) Hingga dicabutnya ilmu (agama) dan munculnya berbagai bencana serta banyaknya kekacauan. Para shahabat
bertanya: “Apa yang dimaksud dengan kekacauan itu?” Rasul menjawab: “Pembunuhan.” (HR. abu Ya’la, hadist shahih)

PENYEBABNYA, MENURUT KANJENG NABI SHOLLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Dalam Islam harga nyawa sangat lah mahal. Orang yang meremehkan urusan darah adalah orang yang jahil terhadap
ajaran Islam. karena memang akhir zaman adalah suatu mana orang menganggap belajar Islam tidak penting, sehingga
ajaran Islam diangkat oleh Allah ke langit. Dari Abu Musa radhiyallaahu ‘anhu beliau menyampaikan bahwa Rasulullah
shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻱْ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﻟَﺄَﻳَّﺎﻣًﺎ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﺠَﻬْﻞُ ﻭَﻳُﺮْﻓَﻊُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻭَﻳَﻜْﺜُﺮُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﻬَﺮْﺝُ ﻭَﺍﻟْﻬَﺮْﺝُ ﺍﻟْﻘَﺘْﻞُ
Sesungguhnya sebelum kedatangan hari kiamat, akan muncul hari hari dimana kejahiliyahan datang dan ilmu diangkat. Dan pada masa itu banyak kekacauan, kekacauan itu adalah pembunuhan.
(Shahih Bukhari)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa pembunuhan yang merajalela ini datang di masa dimana manusia terlena dengan
kehidupan dunia karena melimpahnya harta, di tengah mereka pun muncul berbagai bencana. Kanjeng Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻻ ﺗﻘﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﺰﻟﺰﺍﻝ ﻭﻳﺘﻘﺎﺭﺏ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻭﺗﻈﻬﺮ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﻬﺮﺝ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﺜﺮ ﻓﻴﻜﻢ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻓﻴﻔﻴﺾ
Tidak akan tegak hari kiamat sehingga ilmu (agama Islam) dicabut, banyaknya terjadi gempa, zaman sangat berdekatan
(cepat berlalu), berbagai malapetaka datang dan banyak kekacauan yaitu pembunuhan. Sehingga waktu itu harta
kekayaan melimpah.(Shahih Bukhari)

MAHALNYA NYAWA SEORANG MUSLIM
Urusan menumpahkan darah adalah perkara besar di hadapan Allah. Dimana apabila ada seseorang menumpahkan darah seorang muslim tanpa haq, maka dia serupa dengan menumpahkan darah seluruh manusia. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil,
bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena
membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang
memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
(QS. al-Maidah: 32)

Dalam firman Allah ta’ala yang lain disebutkan:
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. an-Nisa: 93)

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﻘﻀﻰ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ
Urusan yang pertama kali di selesaikan di hari kiamat adalah urusan darah.
(shahih Bukhari-Muslim)

Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallaahu ‘anhumaa menyampaikan:
ﻟﺰﻭﺍﻝ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺃﻫﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻗﺘﻞ ﺭﺟﻞ ﻣﺴﻠﻢ
Sungguh hilangnya dunia di hadapan Allah lebih ringan urusannya daripada pembunuhan seorang muslim
(HR. Tirmidzi , hadits shahih )

Sehingga, siapapun pelaku KLITHIH, pastilah dia orang yang jahil terhadap ajaran Islam. Dalam hal ini pemerintah harus mengambik tindakan tegas guna memberikan efek jera bagi para pelaku kliih yang notabenenya mengganggu kenyamanan manusia. Share sebanyak-banyaknya

Posting Komentar untuk "AKHIR ZAMAN, KETIKA “KLITHIH” MERAJALELA"